BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Pendidikan
adalah peranan penting dalam kehidupan manusia untuk menjadikannya sesuatu yang
berharga. Dengan memilikin pendidikan manusia akan mudah mendapatkan hidup yang
berkualitas, dan pemikirannya akan lebih berkembang dari sebelumnya tidak tau
menjadi tau.
Cerita
tentang pendidikan kuranglah lengkap
jika kita tidak membahas bagai mana sosok guru yang di idam-idamkan di
dunia pendidikan. Sebagai pasilitator guru adalah kajian penting di dunia
pendidikan karena sosok seorang gurulah yang akan membentu peserta didik itu
menjadi apa dan bagai mana seorang peserta didik itu.
Agar
peserta didik dapat memahami sebuah
pembelajaran dengan asil yang baik. Maka seorang guru harus benar-benar
mengajar peserta didiknya dengan baik dan benar agar tercapai sebuah tujuan
sebuah pembelajaran yang benar-benar efektif untuk menunjang karir peserta
didik.
Oleh
karena itu saya sebagai mahasiswi jurusan PPKN, akan membahsas profesionalisme
guru. Hal ini dikarenakan banyak guru-guru yang ada di Indonesia saat ini tidak
memiliki metode dalam sebuah pembelajaran. Bukan saja itu bahkan banyak sekali
guru yang tidak bisa mengembangkan bahan ajaran, maka dari itu saya akan
membahas juga tentang medi pembelajaran.
Agar
seorang guru menjadi profesonal maka harus ada penerapan metode dan media
didalam sebah pembelajaran agar tercapanya sebuah pencapaian tujuan
pembelajaran.
B. Rumusan
Masalah
BAB II
KAJIAN TEORITIS
A. Pengertian
Metode Pembelajaran
Pendidikan
memegang peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkulitas.
Oleh karena itu, penidikan hendaknya dikelola baik secara kualitas maupn
kuantitas. Hal tersebut bisa tercapai bila siswa dapat menyelesaikan pendidikan
tepat pada waktunya dengan hasil belajar yang baik. Hasil pembelajaran
seseorang ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Salah satu
faktor yang ada diluar siswa adalah guru profesional yang mampu mengelolah
pembelajaran dengan mengelolah metode-metode yang tepat, yang memberi kemdahan
bagi siswa untuk mempelajari materi pembelajaran, sehingga menghasilkan belajar
yang lebih baik (Sutikno, 2009: 87).
Metode
secara harfiah berarti “cara”. Dalam pemakaian yang umum, metode di artikan
sebagai suaatu cara atau prosedur yang di pakai untuk mencapai tujuan tertentu.
Kata “pembelajaran” berarti segala upaya yang di lakukan oleh pendidik agar
terjadi proses belajar pada diri siswa. Jadi, metode pembelajaran adalah
cara-cara menyajikan materi pelajaran yang di lakukan oleh pendidik agar
terjadi proses belajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan (Sutikno,
2009: 88).
Metode
mempelajaran adalah bagian utuh (terpadu, integral) dari proses pengajaran,
dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan pengajaran (tujuan institusional,
tujuan pelajaran umum dan khusus) (Deny, 2013: 181).
B. Fungsi
dan Alasan metode pemmbelajaran
Dalam
menyampaikan materi perlu ditetapkan metode yang didasarkan kepada pandangan
dan persepsi dalm mengghadapi manusia sesuai dengan unsur penciptaannya, yaitu,
jasmani, akal,dan jiwa yang diarahkan menjadi orang yang sempurna dengan
memandang potensi individu setiap peserta didik. Dari sini jelaslah bahwa
metode pembelajaran sangat berfungsi dalam menyampaikan materi pendidikan (Deny,
2013: 180).
Dalam
proses belajar mengajar peran guru lebih bersipat tit wuri handayani, belajar
bersama untuk berkerjasama, komunikasi, dialog dan berhubungan akrab antara
guru-peserta didik dalam suasana pembelejaran di dalam dan di luar kelas (Deny,
2013: 181).
C. Pengertian
Media pembelajaran
Didalam kaitannya dengan usaha menciptakan suasana
yang kondusif, media merupakan salah satu faktor yang turut menentukan
keberhasilan dalam pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti
tengah, perantara atau pemgantar. Dengan kata lain, media adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim pesan (Deny, 2013: 184).
Secara
terperinci, berguna untuk: (a) menjelaskan konsep, (b) menyederhanakan meteri
pelajran yang konpleks, (c) menampak dekatkan yang jauhkan, menampak kecilkan
yang dekat, (d) menampak besarkan yang kecil, menampak kecilkan yang besar, (e)
menampak cepatkan yang lambat dan memperlambat yang cepat, (f) menampak
gerakkan yang statis, menampak statiskan yang gerak, (h) menampakkan suasana
dan warna sesuai aslinya (Gafur, 2003: 31).
D. Fungsi
dan Manfaat media pembelajaran
Fungsi
media pembelajaran, dikemukakan oleh (Deny, 2013: 187) sebagai berikut:
1. Sebagai
sarana bantu untuk mewujutkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.
2. Sebagai
salah satu konponen yang tidak berdiri sendiri tetapi saling berhubungan dengan
konponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang di harapkan.
3. Sebagai
alat hiburan, dengan dimikian tidak diperkenankan menggunakan hanya sekedar
untuk permainan atau memancing pehatian peserta didik.
Manfaat
media pembelajaran, juga dikemukaan oleh (Deny, 2013: 188)
1. Membuat
konkret konsep-konsep yang abstrak, konsep-konsep yang bersipat abstrak dan
sulit dijelaskan secara langsung kepada peserta didik bisa dikonkritkan atau di
sederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran, misalnya untuk menjelaskan
tentang struktur dan fungsi bagia tumbuhan dengan menggunakan media gambar atau
bagan sederhana.
2. Menghaddirkan
objek-objek yang terlalu berbahaya sukar didapat ke dalam lingkunga belajar,
misalnya guru menjelaskan dengan menggunakan gambar.
BAB
III
PEMBAHASAN
A. Pentingnya
menggunakan metode pembelajaran
Sebagi
guru yang profesional di harapkan dapat memiliki metode dalam pembembelajaran
hal ini dikarenakan, metode adalah acar agar para peserta didik dapat memahami
pembelajaran dengan baik.
seprti
di jelaskan oleh berberapa pakar mengenai metode maka sangatlah penting seorang
guru mempunyai metode dalam sebuah pembelajaran. karena metode pembelajaran itu
sendiri adalah tolak ukur dari profesional seorang guru. jika guru sebagai
pasilitator terhadap peserta didik maka apa jadinya peserta didik itu jika
gurunya tidak memiliki metode dalam pembelajaran.
oleh
karena itu guru dirapkan dapat memiliki metode-metode dalam sebuah kajian
pembelajaran, agar tercapainya tujuan dalam sebuah pembelajaran. maka sangat
diharapkan jika semua guru di Indonesia ini khususnya guru PPKN, memilik sebuah
metode pembelajaran untuk menunjang keprofesionalismenya sebagai seorang guru.
metode
dalam pembelajaran bisa jaga di ubah-ubah agar tidak menimbukkan kebosana
kepada peserta didik. sangat disarankan jika seorang guru mempelajari sekema
pengajaran sebelum di pesentasikan kepada peserta didik, hal ini di karenakan agar
guru bisa lebih menguasai bahan ajaran dan metode yang di pakai apa sudah
sesuai apa tidak, maksudnya seorang guru meninjau terlebih dahulu keselarasan
dalam penyampaian materi agar tidak terjadi kesalahan dalam pembelajara. jika
hal ini terjadi bisa membuat salah presepsi bagi peserta didik.
B. Fungsi
dan Alasan metode pembelajaran
Sudah
sangat jelas bahwa metode dalam pembelajaran itu sangat lah penti. Jadi seperti yang dikatakan deny bahwasanya metode
itu bertujuan untuk belajar
berkerjasama, komunikasi, dialog dan berhubungan akrab antara guru dengan
peserta didik.
Maka
metode pembelajaran itu sangatlah berfungsi untuk pendidikan, karena dengan
metode pembelajaran akan tejalin belajar yang sangat singkron terhadap guru dan
murid. Komunikasi dan dialog yang baik akan membuat sang murid lebih lelusa
bertanya kepada sang guru, jadi guru pun bisa mengetahui seberapa paham murid
itu dengan pembelajaran yang di ajarkannya.
C. Pengertian
media pembelajaran
Seperti
yang dijelaskan oleh beberapa ahli bahwa media itu adalah perantara atau
pengantar. Maksud di sini ialah sebagai sesuatu alat yang bisa mengantarkan
sebuah pembahasa yang akan di ajarkan kepada peserta didik oleh sang guru.
Sebuah
media pembelajaran biasanya di buat atau dirancang ole sang guru sebelum
bembelajaran dimulai, setidaknya sehari sebelum mengajar seorang guru telah
membuat media pembelajaran.
Media
pembelajan ini sang beguna untuk membangun keaktivitasan peserta didik untuk
belajar. Di harapkan dengan media pembelajaran maka peserta didik akan lebih
bersemangat dalam belajar.
Maka
dapat di ukur profesiona guru dalam membuat sebuah media dalam pembelajar itu
sendiri. Jika seornga guru yang benar-benar profesional maka ia akan membuat
media-media yang dapat menggairahkan belajar bagi peserta didiknya.
D. Fungsi
dan Manfaat media pembelajaran
Fungsi
dalam media pembelajaran adalah membuat pembelajaran yang afektif, situasi
pembelajaran yang singron dan menjadi hiburan tersendiri bagi peserta didik.
Dengan
adanya bembelajaran yang afektif di harapkan agar pesertadidik menguasai
pembelajaran dengan afektif juga.
Situasi pembelajaran yang singkron juga akan mendukung afektifan pembelajaran itu sendiri. Agar
pesertadidik tidak terlalu bosan dengan pembelajaran maka dengan adanya hiburan
akan membuat situasi pembelajaran tidak
terlalu monoton dengan dengan pembelajaran itu sndiri. Jadi sangatlah jelas
fungsi dari media pembelajaran.
Sedangkan manfaat media pembelajaraan yaitu
membuat pembelajaraan yang mudah
dimengerti peserta didik melalui gambar-gambar atau bahan sederhana lainnya.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode
dan media pembelajaran itu sangatlah penting di dalam pendidikkan. Agar peserta
didik bisa belajar dengan maksimal dan mendapt ilmu yang maksimal juga. Hal ini
juga membuat peserta didik lebih aktif dan nyaman dalam belajar.
B. Saran
Sekarang
ini jarang sekali kita jumpai guru mengajar menggunakan metode dan median
pembelajaran yang baik. Contohnya waktu kita masih duduk di bangku sekolahan
jarang sekali merekan mengajarkan kita dengan metode dan media pembelajaran
yang baik, mungkin ada tapi ini hanya minoritas sebahgian guru saja.
Jadi
karena itu kita sebagai mahasiswa pendidik dimasa yang akan datang, khususnya
mahasiswa/i PPKN diharapkan akan menerapka metode dan media pembelajaran yang
baik.
DAFTAR PUSTAKA
Gafur,
A. (2003). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendidikan
Dasar
dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Pertama.
Setiawan,
Deny. (2013). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Medan: Unimed Press.
Sutikno,
M.S. (2009). “Belajar dan Pembelajaran, Upaya Kreatif dalam Meyujudkan
Pembelajaran
yang berhasil”. Bandung: Prospect.