Jumat, 20 Maret 2015

Propesionalisme Guru Dalam Menjalankan Metode Dan Media Pembelajaran




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah peranan penting dalam kehidupan manusia untuk menjadikannya sesuatu yang berharga. Dengan memilikin pendidikan manusia akan mudah mendapatkan hidup yang berkualitas, dan pemikirannya akan lebih berkembang dari sebelumnya tidak tau menjadi tau.
Cerita tentang pendidikan kuranglah lengkap  jika kita tidak membahas bagai mana sosok guru yang di idam-idamkan di dunia pendidikan. Sebagai pasilitator guru adalah kajian penting di dunia pendidikan karena sosok seorang gurulah yang akan membentu peserta didik itu menjadi apa dan bagai mana seorang peserta didik itu.
Agar peserta didik dapat  memahami sebuah pembelajaran dengan asil yang baik. Maka seorang guru harus benar-benar mengajar peserta didiknya dengan baik dan benar agar tercapai sebuah tujuan sebuah pembelajaran yang benar-benar efektif untuk menunjang karir peserta didik.
Oleh karena itu saya sebagai mahasiswi jurusan PPKN, akan membahsas profesionalisme guru. Hal ini dikarenakan banyak guru-guru yang ada di Indonesia saat ini tidak memiliki metode dalam sebuah pembelajaran. Bukan saja itu bahkan banyak sekali guru yang tidak bisa mengembangkan bahan ajaran, maka dari itu saya akan membahas juga tentang medi pembelajaran.
Agar seorang guru menjadi profesonal maka harus ada penerapan metode dan media didalam sebah pembelajaran agar tercapanya sebuah pencapaian tujuan pembelajaran.
B.     Rumusan Masalah
*      Seberapa penting menggunakan metode pembelajaran ?
*      Apa fungsi dan alasan pengunaan metode pembelajaran ?
*      Seberapa penting media dalam pembelajaran ?
*      Apa fugsi dan manfaat  media pembelajaran ?

BAB II
KAJIAN TEORITIS
A.    Pengertian Metode Pembelajaran
Pendidikan memegang peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkulitas. Oleh karena itu, penidikan hendaknya dikelola baik secara kualitas maupn kuantitas. Hal tersebut bisa tercapai bila siswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat pada waktunya dengan hasil belajar yang baik. Hasil pembelajaran seseorang ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor yang ada diluar siswa adalah guru profesional yang mampu mengelolah pembelajaran dengan mengelolah metode-metode yang tepat, yang memberi kemdahan bagi siswa untuk mempelajari materi pembelajaran, sehingga menghasilkan belajar yang lebih baik (Sutikno, 2009: 87).
Metode secara harfiah berarti “cara”. Dalam pemakaian yang umum, metode di artikan sebagai suaatu cara atau prosedur yang di pakai untuk mencapai tujuan tertentu. Kata “pembelajaran” berarti segala upaya yang di lakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa. Jadi, metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang di lakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan (Sutikno, 2009: 88).
Metode mempelajaran adalah bagian utuh (terpadu, integral) dari proses pengajaran, dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan pengajaran (tujuan institusional, tujuan pelajaran umum dan khusus) (Deny, 2013: 181).
B.     Fungsi dan Alasan metode pemmbelajaran
Dalam menyampaikan materi perlu ditetapkan metode yang didasarkan kepada pandangan dan persepsi dalm mengghadapi manusia sesuai dengan unsur penciptaannya, yaitu, jasmani, akal,dan jiwa yang diarahkan menjadi orang yang sempurna dengan memandang potensi individu setiap peserta didik. Dari sini jelaslah bahwa metode pembelajaran sangat berfungsi dalam menyampaikan materi pendidikan (Deny, 2013: 180).
Dalam proses belajar mengajar peran guru lebih bersipat tit wuri handayani, belajar bersama untuk berkerjasama, komunikasi, dialog dan berhubungan akrab antara guru-peserta didik dalam suasana pembelejaran di dalam dan di luar kelas (Deny, 2013: 181).

C.     Pengertian Media pembelajaran
Didalam  kaitannya dengan usaha menciptakan suasana yang kondusif, media merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan dalam pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pemgantar. Dengan kata lain, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan (Deny, 2013: 184).
Secara terperinci, berguna untuk: (a) menjelaskan konsep, (b) menyederhanakan meteri pelajran yang konpleks, (c) menampak dekatkan yang jauhkan, menampak kecilkan yang dekat, (d) menampak besarkan yang kecil, menampak kecilkan yang besar, (e) menampak cepatkan yang lambat dan memperlambat yang cepat, (f) menampak gerakkan yang statis, menampak statiskan yang gerak, (h) menampakkan suasana dan warna sesuai aslinya (Gafur, 2003: 31).
D.    Fungsi dan Manfaat media pembelajaran
Fungsi media pembelajaran, dikemukakan oleh (Deny, 2013: 187) sebagai berikut:
1.      Sebagai sarana bantu untuk mewujutkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.
2.      Sebagai salah satu konponen yang tidak berdiri sendiri tetapi saling berhubungan dengan konponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi  belajar yang di harapkan.
3.      Sebagai alat hiburan, dengan dimikian tidak diperkenankan menggunakan hanya sekedar untuk permainan atau memancing pehatian peserta didik.
Manfaat media pembelajaran, juga dikemukaan oleh (Deny, 2013: 188)
1.      Membuat konkret konsep-konsep yang abstrak, konsep-konsep yang bersipat abstrak dan sulit dijelaskan secara langsung kepada peserta didik bisa dikonkritkan atau di sederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran, misalnya untuk menjelaskan tentang struktur dan fungsi bagia tumbuhan dengan menggunakan media gambar atau bagan sederhana.
2.      Menghaddirkan objek-objek yang terlalu berbahaya sukar didapat ke dalam lingkunga belajar, misalnya guru menjelaskan dengan menggunakan gambar.

BAB III
PEMBAHASAN
A.    Pentingnya menggunakan metode pembelajaran
Sebagi guru yang profesional di harapkan dapat memiliki metode dalam pembembelajaran hal ini dikarenakan, metode adalah acar agar para peserta didik dapat memahami pembelajaran dengan baik.
seprti di jelaskan oleh berberapa pakar mengenai metode maka sangatlah penting seorang guru mempunyai metode dalam sebuah pembelajaran. karena metode pembelajaran itu sendiri adalah tolak ukur dari profesional seorang guru. jika guru sebagai pasilitator terhadap peserta didik maka apa jadinya peserta didik itu jika gurunya tidak memiliki metode dalam pembelajaran.
oleh karena itu guru dirapkan dapat memiliki metode-metode dalam sebuah kajian pembelajaran, agar tercapainya tujuan dalam sebuah pembelajaran. maka sangat diharapkan jika semua guru di Indonesia ini khususnya guru PPKN, memilik sebuah metode pembelajaran untuk menunjang keprofesionalismenya sebagai seorang guru.
metode dalam pembelajaran bisa jaga di ubah-ubah agar tidak menimbukkan kebosana kepada peserta didik. sangat disarankan jika seorang guru mempelajari sekema pengajaran sebelum di pesentasikan kepada peserta didik, hal ini di karenakan agar guru bisa lebih menguasai bahan ajaran dan metode yang di pakai apa sudah sesuai apa tidak, maksudnya seorang guru meninjau terlebih dahulu keselarasan dalam penyampaian materi agar tidak terjadi kesalahan dalam pembelajara. jika hal ini terjadi bisa membuat salah presepsi bagi peserta didik.


B.     Fungsi dan Alasan metode pembelajaran
Sudah sangat jelas bahwa metode dalam pembelajaran itu sangat lah penti. Jadi  seperti yang dikatakan deny bahwasanya metode itu bertujuan untuk  belajar berkerjasama, komunikasi, dialog dan berhubungan akrab antara guru dengan peserta didik.
Maka metode pembelajaran itu sangatlah berfungsi untuk pendidikan, karena dengan metode pembelajaran akan tejalin belajar yang sangat singkron terhadap guru dan murid. Komunikasi dan dialog yang baik akan membuat sang murid lebih lelusa bertanya kepada sang guru, jadi guru pun bisa mengetahui seberapa paham murid itu dengan pembelajaran yang di ajarkannya.

C.     Pengertian media pembelajaran
Seperti yang dijelaskan oleh beberapa ahli bahwa media itu adalah perantara atau pengantar. Maksud di sini ialah sebagai sesuatu alat yang bisa mengantarkan sebuah pembahasa yang akan di ajarkan kepada peserta didik oleh sang guru.
Sebuah media pembelajaran biasanya di buat atau dirancang ole sang guru sebelum bembelajaran dimulai, setidaknya sehari sebelum mengajar seorang guru telah membuat media pembelajaran.
Media pembelajan ini sang beguna untuk membangun keaktivitasan peserta didik untuk belajar. Di harapkan dengan media pembelajaran maka peserta didik akan lebih bersemangat dalam belajar.
Maka dapat di ukur profesiona guru dalam membuat sebuah media dalam pembelajar itu sendiri. Jika seornga guru yang benar-benar profesional maka ia akan membuat media-media yang dapat menggairahkan belajar bagi peserta didiknya.

D.    Fungsi dan Manfaat media pembelajaran
Fungsi dalam media pembelajaran adalah membuat pembelajaran yang afektif, situasi pembelajaran yang singron dan menjadi hiburan tersendiri bagi peserta didik.
Dengan adanya bembelajaran yang afektif di harapkan agar pesertadidik menguasai pembelajaran dengan afektif  juga. Situasi pembelajaran yang singkron juga akan mendukung  afektifan pembelajaran itu sendiri. Agar pesertadidik tidak terlalu bosan dengan pembelajaran maka dengan adanya hiburan akan membuat situasi pembelajaran  tidak terlalu monoton dengan dengan pembelajaran itu sndiri. Jadi sangatlah jelas fungsi dari media pembelajaran.
  Sedangkan manfaat media pembelajaraan yaitu membuat pembelajaraan  yang mudah dimengerti peserta didik melalui gambar-gambar atau bahan sederhana lainnya.

BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Metode dan media pembelajaran itu sangatlah penting di dalam pendidikkan. Agar peserta didik bisa belajar dengan maksimal dan mendapt ilmu yang maksimal juga. Hal ini juga membuat peserta didik lebih aktif dan nyaman dalam belajar.

B.     Saran
Sekarang ini jarang sekali kita jumpai guru mengajar menggunakan metode dan median pembelajaran yang baik. Contohnya waktu kita masih duduk di bangku sekolahan jarang sekali merekan mengajarkan kita dengan metode dan media pembelajaran yang baik, mungkin ada tapi ini hanya minoritas sebahgian guru saja.
Jadi karena itu kita sebagai mahasiswa pendidik dimasa yang akan datang, khususnya mahasiswa/i PPKN diharapkan akan menerapka metode dan media pembelajaran yang baik.




DAFTAR PUSTAKA
Gafur, A. (2003). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendidikan
Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Pertama.
Setiawan, Deny. (2013). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Medan: Unimed Press.
Sutikno, M.S. (2009). “Belajar dan Pembelajaran, Upaya Kreatif dalam Meyujudkan
Pembelajaran yang berhasil”. Bandung: Prospect.